SALAM SELAMAT DATANG

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" SELAMAT DATANG DI JELI.WEB.ID "TETAP SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA" dan BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN,

Minggu, 20 Juli 2014

Metode Demonstrasi (versi 1)


A.   Metode Demonstrasi
1.  Pengertian Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa  yaitu suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan (Djamarah, et al.,1996 : 102 )
Demonstrasi adalah penyajian bahan pelajaran oleh guru atau instruktur kepada siswa dengan menunjukkan model atau benda asli, atau dengan menunjukkan urutan prosedur pembuatan sesuatu atau proses terjadinya sesuatu untuk mencapai tujuan pengajaran (Slameto, 1991 : 112-113). Selanjutnya, Roestiyah (2001 : 83) mendefinisikan demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan sesuatu proses, sehingga seluruh siswa dalam kelas dapat melihat, mengamati, mendengar, meraba-raba dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru tersebut.
Metode demonstrasi digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, proses berkerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakan, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu (Djamarah, et al., 1996 : 102).Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga dapat membentuk pengertian dengan baik bagi siswa.Siswa juga dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung (Djamarah, et al.,1996 : 102). Metode ini menghendaki guru lebih aktif daripada siswa. Guru yang melakukan kegiatan memperagakan suatu proses dan kerja suatu benda. Di lain waktu anak didik juga bisa melakukan demonstrasi, baik secara berkelompok atau klaksikal, dengan mendapat bimbingan dari guru, bila diperlukan. Dengan metode anak didik dituntut memperlihatkan suatu objek atau dengan mendemonstrasikan (Djamarah, et al.,1996 : 239 )
2.  Hal-hal yang perlu diperlihatkan dalam demonstrasi
Demonstrasi memerlukan seorang atau demonstrator dalam memperagakan percobaan, oleh karena seorang demonstrator harus memenuhi syarat sebagai berikut :
a.  Mengetahui permainan matematika yang berhubungan dengan demonstasi yang akan ditampilkan.
b. Mematuhi semua peraturan tempat melakukan demonstrasi.
c.  Mengatur bahan-bahan dan alat-alat yang akan digunakan.
d. Menyediakan petunjuk tertulis tentang permainan yang akan dimainkan untuk setiap demonstrasi.
e.  Menyediakan bak sampah untuk pembuangan bahan-bahan yang tidak digunakan lagi
Demonstasi akan efiktif apabila menggunakan prinsip-prinsip sabagai berikut (Hamalik, 1985 : 169):
a.  Setiap langkah dari demonstrasi harus bisa dilihat dengan jelas oleh siswa.
b. Semua penjelasan secara lisan hendaknya dapat didengar jelas oleh semua siswa.
c.  Siswa harus tahu apa yang mereka sedang amati
d. Demonstrasi  harus direncanakan dengan teliti
e.  Guru sebagai demonstrasi harus mengerjakan demonstrator tugasnya dengan lancar dan efektif
f.  Demonstasi dilaksanakan pada waktu yang tepat
g. Berikan kesempatan kepada siswa untuk melatih apa yang mereka telah amati.
h. Sebelum demonstrasi dimulai hendaknya semua alat dan bahan telah tersedia.
i.   Sebaikanya demonstrasi disertai dengan ringkasannya dipapan tulis.
j.   Jangan melupakan tujuan pokok, jika diperkirakan demonstrasi itu sulit supaya sebelumnya dicoba lebih dulu.
k. Perlu ada laporan tentang hasil demonstrasi ini.
Oleh sebab itu, langkah-langkah mengajar dengan metode demonstrasi pada garis besarnya disusun sebagai beikut (Hamalik, 1985 : 170):
a.  Guru sebagai demonstrator  telah mempunyai semua alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan
b. Guru menjelaskan kepada kelas hal apa yang dirancanakan atau yang akan dikerjakannya
c.  Guru mendemonstrasikan kepada siswa (sebagai pengamat) tentang tentang proses yang sudah terjadi perlahan-lahan, penjelasan cukup singkat saja.
d. Guru melakukannya kembali selangkah demi selangkah dan menjelaskan alasan-alasan dari setiap langkah.
e.  Guu menugaskan siswa untuk mengulangi kembali secara lisan langkah-langkah tadi.
f.  Guru menugaskan siswa agar melakukan sendiri selangkah demi langkah dan menjelaskannya.

3.             Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi mempunyai kelebihan dan kekurangannya, sebagai berikut (djamarah, 1996 : 102-103) :
a.  Kelebihan metode Demonstrasi
1)     Interaksi dua arah dalam pengajaran lebih positif karena hal-hal yang kuang jelas mendapat kesempatan yang lebih luas untuk didiskusikan.
2)     Dapat membuat pengajaran lebih jelas dan lebih konket, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat).
3)     Siswa lebih mudah memahami pelajaran.
4)     Proses pengajaran lebih menarik.
5)     Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba melakukanya sendiri.
Menurut Arifin (1995) kelebihan demonstasi yang lainya adalah
1)     Dapat menunjukkan proses suatu peristiwa tetapi alat dan bahan tidak dapat banyak digunakan.
2)     Interaksi dua arah dalam pengajaran lebih positif karena hal yang kurang jelas mendapat kesempatan yang lebih luas untuk didiskusikan.
b. Kekurangan metode Demonstrasi
1)     Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan Demonstrasi akan tidak efektif.
2)     Fasilitas sepeti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
3)      Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perancangan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Most Reading

Blogger templates