SALAM SELAMAT DATANG

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" SELAMAT DATANG DI JELI.WEB.ID "TETAP SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA" dan BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN,

Minggu, 20 Juli 2014

Pembelajaran Aktif


A.    Pembelajaran Aktif

Zaini (2002:12) mengatakan bahwa:“Pembelajaran aktif merupakan suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif”. Ketika siswa belajar dengan aktif, berarti mereka yang  mendominasi aktivitas pembelajaran. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata.
Pembelajaran aktif adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru dalam proses pembelajaran tersebut.
Di sisi lain, Silberman (2006:35-41) menyatakan lingkungan fisik dalam kelas dapat mendukung atau menghambat kegiatan belajar aktif. Sehingga dari pernyataan tersebut perlengkapan kelas perlu disusun ulang untuk menciptakan formasi tertentu yang sesuai dengan kondisi belajar siswa. Namun begitu tidak ada satu susunan atau tata letak yang mutlak ideal, namun  ada banyak pilihan yang tersedia. Sepuluh kemungkinan susunan tata letak meja dan kursi yang disarankan sebagai berikut: bentuk U, gaya tim, meja konferensi, lingkaran, kelompok pada kelompok, ruang kerja, pengelompokan berpencar, formasi tanda pangkat, ruang kelas tradisional,  dan auditorium.
B.     Karakteristik Pembelajaran Aktif
Menurut Bonwell (1995), pembelajaran aktif memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1)      Penekanan proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh guru melainkan pada pengembangan ketrampilan pemikiran analitis dan kritis terhadap topik atau permasalahan yang dibahas.
2)      Siswa tidak hanya mendengarkan secara pasif tetapi mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pelajaran.
3)      Penekanan pada eksplorasi nilai-nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi pelajaran.
4)      Siswa lebih banyak dituntut untuk berpikir kritis, menganalisa dan melakukan evaluasi.
5)      Umpan-balik yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembelajaran.
C.    Belajar Bersama
Salah satu teknik dalam pembelajaran aktif adalah belajar bersama. Belajar bersama dalam kelompok belajar dilakukan dengan memberikan tugas belajar yang dilakukan dalam kelompok kecil siswa. Dukungan sesama siswa dan keragaman pendapat, pengetahuan, serta keterampilan siswa akan membantu menjadikan belajar bersama sebagai bagian berharga dari iklim belajar di kelas. Adapun langkah-langkah belajar bersama dalam kelompok adalah sebagai berikut:
1)      Siswa mempelajari bahan ajar secara mandiri.
2)      Guru meminta siswa untuk menuliskan hal-hal yang belum diketahui dalam bentuk pertanyaan.
3)      Guru membagi siswa dalam satu kelas menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa yang dapat bersifat tetap sepanjang semester atau bersifat jangka pendek untuk satu pertemuan. Kemudian masing-masing kelompok diberi nama kelompok dengan nama dalam matematika, misalnya: kelompok aljabar, kelompok phytagoras dan sebagainya.
4)      Mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dari masing-masing anggota kelompok.
5)      Guru memberikan tugas memecahkan masalah, dengan petunjuk yang jelas.
6)      Guru memberikan peran pada anggota kelompok.
7)      Guru memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk menyajikan hasil diskusi di depan kelas.
8)      Guru meminta siswa untuk kembali ke posisi semula dan guru melakukan salah satu hal berikut:
a)      Membahas materi secara bersama.
b)      Memancing pertanyaan dari siswa.
c)      Memberi pertanyaan kuis kepada siswa.
9)      Guru memberikan kuis kepada siswa untuk menguji pemahaman siswa.
D.    Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran Aktif
Untuk menerapkan pembelajaran aktif beberapa hal harus diperhatikan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sebagaimana mestinya. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1)      Tujuan pembelajaran aktif harus ditegaskan dengan jelas.
Harus diingat bahwa tujuan pembelajaran aktif adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis dari siswa dan kapasitas siswa untuk menggunakan kemampuan tersebut pada materi-materi pelajaran yang diberikan. Siswa memiliki tanggung jawab untuk mencari seluas-luasnya materi yang berhubungan dengan pelajaran sehingga dapat berpartisipasi dengan baik dalam setiap pertemuan.
2)      Siswa harus diberitahu apa yang harus dilakukan.
Pada awal pertemuan siswa diberi penjelasan apa yang akan dilakukan sehingga siswa dapat mengerti apa yang diharapkan darinya selama proses pembelajaran. Tekankan penjelasan ini berulang-ulang sehingga siswa memiliki kesadaran dan keinginan yang tinggi untuk berpartisipasi.
3)      Memberikan pengarahan yang jelas dalam diskusi.
4)      Pertimbangkan teknik pembelajaran aktif yang dipergunakan.
Setiap cara atau teknik dalam pembelajaran aktif memerlukan persiapan-persiapan yang berbeda tingkat kemudahannya begitu pula dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu perlu dipertimbangkan dengan baik teknik yang akan dipergunakan.
5)      Penciptaan iklim pembelajaran aktif.
Beberapa cara untuk menciptakan iklim pembelajaran aktif adalah sebagai berikut:
-          Pada awal pertemuan siswa diminta untuk menjelaskan ringkasan materi yang dibahas pada pertemuan sebelumnya.
-          Pada awal pertemuan mintalah siswa untuk memberikan pandangan serta perkiraan mengenai materi yang akan dibahas pada pertemuan tersebut.
-          Berikan contoh-contoh soal dan siswa menyelesaikannya secara bersama-sama.
-          Secara periodik, hentikan memberi penjelasan dan siswa diminta untuk membuat ringkasan mengenai materi yang telah dibahas. Kemudian siswa mendiskusikan dengan teman yang  duduk disebelahnya.
-          Bentuk kelompok-kelompok kecil dalam kelas untuk mendiskusikan suatu topik , mengerjakan soal.
-          Pada akhir pertemuan siswa membuat pertanyaan atas materi pertemuan dan menukarkannya dengan teman yang duduk didekatnya, kemudian mereka menjawabnya pada pertemuan berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Most Reading

Blogger templates