SALAM SELAMAT DATANG

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" SELAMAT DATANG DI JELI.WEB.ID "TETAP SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA" dan BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN,

Minggu, 20 Juli 2014

Pembelajaran berbasis masalah ( PBL )


Pembelajaran berbasis masalah ( PBL )   
 Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks  bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis  dan keterampilan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk didalamnya belajar bagaimana belajar. Menurut Ibrahim dan Nur (2002:2 dalam Nurhadi dkk, 2004), “Pembelajaran berbasis masalah dikenal dengan  nama lain seperti Project-based Teaching (pembelajaran proyek), Experience-Based Education (pendidikan berdasarkan pengalaman), Authentic learning (Pembelajaran autentik), dan Anchored instructian (pembelajaran berakar pada kehidupan nyata)”.
Karekteristik pembelajaran berbasis masalah ( PBL )
     Para pengembang pembelajaran berbasis masalah (Ibrahin dan Nur,2004) telah mendeskripsikan karaketeristik model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut:
1.       Pengajuan pertanyaan atau masalah.
2.       Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
3.       Penyelidikan autentik.
4.       Menghasilkan produk / karya.
5.       Kerjasama
Prinsip-Prinsip dalam Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran berbasis masalah secara khusus melibatkan siswa bekerja pada masalah dalam kelompok kecil yang terdiri dari lima orang  dengan bantuan asisten yaitu guru matematika yang lain untuk sebagai tutor. Masalah disiapkan sebagai konteks pembelajaran baru. Analisis dan penyelesaian terhadap masalah itu menghasilkan perolehan pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah.
           Permasalahan dihadapkan sebelum semua pengetahuan relevan diperoleh dan tidak hanya setelah membaca teks atau mendengar ceramah  tentang materi subjek yang melatar belakangi masalah tersebut. Hal inilah yang membedakan antara PBL dan metode yang berorientasi masalah lainnya.
Tahap-tahap  Pembelajaran Berbasis Masalah
        Pengajaran berbasis masalah biasanya terdiri dari lima tahapan utama yang dimulai guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah yang diakhiri dengan penyajian dan analisa hasil kerja siswa.
a.       Tahap pertama adalah orientasi siswa terhadap masalah.
b.      Tahap kedua adalah mengorganisasi siswa untuk belajar.
c.       Tahap ketiga adalah membimbing penyelidikan individual dan kelompok.
d.      Tahap keempat adalah mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
e.      Tahap kelima adalah menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Most Reading

Blogger templates