SALAM SELAMAT DATANG

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" SELAMAT DATANG DI JELI.WEB.ID "TETAP SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA" dan BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN,

Minggu, 20 Juli 2014

Pendekatan Heuristik



Kata heuristik berasal dari bahasa Yunani yaitu “heuriskein”  yang berarti “saya menemukan”. Pengertian ini menurut Rusyan (1993:114) adalah semacam fakta psikologis yang muncul sebagai kodrat manusia yang memiliki nafsu untuk menyelidiki sejak bayi. Keinginan memperoleh pengetahuan dan informasi dari orang lain adalah dorongan wajar yang terdapat pada setiap manusia.
Metode heuristik ini dipromosikan oleh Profesor Amstrong, menurut metode ini peserta didik sendiri yang harus menemukan fakta ilmu pengetahuan. Strategi belajar mengajar heuristik adalah merancang pembelajaran dari berbagai aspek dari pembentukan sistem instruksional mengarah pada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta, prinsip, dan konsep yang mereka butuhkan. Pendekatan heuristik adalah pendekatan pengajaran yang menyajikan sejumlah data dan siswa diminta untuk membuat kesimpulan menggunakan data tersebut, implementasinya dalam pengajaran menggunakan metode penemuan dan metode inkuiri.
Metode penemuan didasarkan pada anggapan, bahwa materi suatu bidang studi tidak saling lepas, tetapi ada kaitan antara materi-materi itu. Dengan metode ini akan dicari hubungan antar materi-materi yang sebelumnya belum diketahui oleh siswa. Sedangkan metode inkuiri adalah para siswanya bebas memilih atau menyusun objek yang dipelajarinya, mulai dari menentukan masalah, mengumpulkan data, analisis data hingga pada kesimpulannya yaitu anak menemukan sendiri.
Prinsip penting dalam pendekatan heuristik oleh Rusyan (1993:115) adalah: (1) aktivitas peserta didik mejadi fokus perhatian utama dalam belajar; (2) berpikir logis adalah cara yang paling utama dalam menemukan sesuatu; (3) proses mengetahui dari sesuatu yang sudah diketahui menuju kepada yang belum diketahui adalah jalan pelajaran yang paling rasional dalam pelajaran di sekolah; (4) pengalaman yang penuh tujuan adalah tonggak dari usaha pembelajaran peserta didik kearah belajar berbuat, bekerja dan berusaha; dan (5) perkembangan mental seseorang berlangsung selama ia berpikir dan belajar mandiri. Dengan prinsip ini menunjukkan bahwa pendekatan heuristik dapat mendorong peserta didik bersikap berani untuk berpikir ilmiah dan mengembangkan berpikir mandiri.
    
C.     Kelebihan dari Pendekatan Heuristik
Pendekatan heuristik ini mempunyai kelebihan antara lain adalah sebagai berikut:
1.   Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
2.   Menumbuhkan sekaligus menanamkan sikap inquiry (mencari-temukan).
3.   Mendukung kemampuan problem solving siswa.
4.   Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan lebih lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses penemuannya.

D.     Kelemahan dari Pendekatan Heuristik
Pendekatan heuristik ini mempunyai kelemahan antara lain adalah sebagai berikut:
1.   Untuk materi tertentu waktu yang tersita lebih lama.
2.   Tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara ini. Di lapangan, beberapa siswa masih terbiasa dan mudah mengerti dengan model ceramah.
3.   Pendekatan ini kurang cocok bagi peserta didik yang lamban.
4.   Tidak semua topik cocok disampaikan dengan pendekatan ini.

E.     Langkah-Langkah Pendekatan Heuristik
Agar pelaksanaan pendekatan heuristik ini berjalan efektif, beberapa langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut:
1.      Adanya problema yang akan dipecahkan, yang dinyatakan dengan pernyataan atau pertanyaan
2.      Jelas tingkat/kelasnya (dinyatakan dengan jelas tingkat siswa yang akan diberi pelajaran, misalnya SD kelas III)
3.      Konsep atau prinsip yang harus ditemukan siswa melalui kegiatan tersebut perlu ditulis dengan jelas.
4.      Alat/bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan
5.      Diskusi sebagai pengarahan sebelum siswa melaksanakan kegiatan.
6.      Kegiatan metode penemuan oleh siswa berupa penyelidikan/ percobaan untuk menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan
7.      Proses berpikir kritis perlu dijelaskan untuk menunjukkan adanya mental operasional siswa, yang diharapkan dalam kegiatan.
8.      Perlu dikembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka, yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan siswa.

3 komentar:

  1. Saya boleh minta nama2 referensi buku2 tentang strategi heuristik nya gk min?

    BalasHapus
  2. Boleh kasi tahu refrensi nama buku tentang strategi heuristiknya min, please?

    BalasHapus
  3. Boleh kasi tahu refrensi nama buku tentang strategi heuristiknya min, please?

    BalasHapus

Popular Posts

Most Reading

Blogger templates