SALAM SELAMAT DATANG

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" SELAMAT DATANG DI JELI.WEB.ID "TETAP SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA" dan BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN,

Minggu, 20 Juli 2014

Pengertian Analogi


1.      Pengertian Analogi
Berpikir analogi merupakan suatu alternatif pendekatan yang dapat dijadikan referansi bagi guru dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan analogi dapat membantu siswa untuk membangun pemahaman-pemahaman tentang suatu pelajaran. Dengan analogi juga dapat mempermudah guru dalam menjelaskan pelajaran yang bersfat abstrak.
Ada beberapa definisi mengenai analogi. Degeng (1989) mendefinisikan bahwa analogi sebagai gambaran persamaan antara pengetahuan yang baru dan pengetahuan yang telah dipelajari, dan pemakaiannya akan lebih efektif digunakan pada awal pembelajaran. Analogi sangat bermanfaat bagi siswa, karena analogi dapat membantu memberikan pemahaman terhadap pengetahuan yang abstrak bagi siswa. Diut (1989) mendefinisikan analogi sebagai persamaan atau kemiripan dari dua domain. Analogi merupakan komponen dari strategi teori elaborasi. Menurut Trianto (2000) analogi adalah suatu cara melihat hubungan dasar dan target. Analogi  adalah pembandingan yang dibuat untuk menunjukkan kesamaan antara cara-cara pokok suatu benda atau ide-ide, selain itu seluruh cirinya berbeda, seperti analogi antara jantung dan pompa. Sementara itu Gentner (dalam Latisma, 1996) mendefinisikan analogi sebagai suatu peta pengetahuan dari satu domain (dasar) ke domain lain (target) yang meperlihatkan suatu sistem hubungan yang dimiliki oleh domain dasar juga dimiliki oleh domain target. Jadi, analogi merupakan suatu cara melihat hubungan dasar dan target.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa analogi merupakan perbandingan antara dua hal yang memilki ciri-ciri berbeda namun memilki kesamaan ciri-ciri pokok.  Analogi merupakan perbandingan antara dua domain yaitu domain analogi dan domain target. Perbandingan tersebut merupakan suatu bentuk usaha yang bertujuan untuk membantu proses pemahaman siswa terhadap pengetahuan baru, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna. Menggunakan analogi berarti meminjam pengetahuan yang sudah ada, kemudian diaplikasikan untuk membangun sebuah pemahaman untuk memperoleh sebuah pengetahuan yang baru. Semakin dekat kemiripan analogi dan target, maka siswa akan semakin mudah memahami pengetahuan baru dan akan dapat terhindar dari kesalahan konsep.

2.      Alasan Penggunaan Analogi
Berdasarkan teori konstruktivisme tentang belajar disebutkan bahwa belajar itu terjadi bila adanya gambaran kesamaan antara pengetahuan yang akan dipelajari dengan apa yang telah diketahui (Bodner, 1986). Analogi adalah adalah alat yang berguna untuk memudahkan terjadinya proses konstruksi pengetahuan siswa berdasarkan konsep yang sudah ada. Adapun alasan penggunaan analogi dalam pembelajaran adalah :
a.       Untuk menolong siswa memvisualisasikan struktur atau proses;
b.      Untuk menolong siswa lebih mudah mengingat konsep;
c.       Untuk menyederhanakan konsep yang sulit;
d.      Karena siswa gagal untuk memahami sebuah konsep pada tahap awal;
e.       Untuk menolong siswa membuat pertautan konsep yang tidak biasa dengan konsep yang biasa yang sudah dikenalnya terutama dengan jalan imaginatif;
f.       Untuk menghibur atau menyuguhkan pendekatan yang bervariasi;
g.      Karena siswa menjumpai konsep-konsep untuk pertama kalinya;
(urip.wordpress.com, 2006)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Most Reading

Blogger templates