SALAM SELAMAT DATANG

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" SELAMAT DATANG DI JELI.WEB.ID "TETAP SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA" dan BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN,

Minggu, 20 Juli 2014

Pembelajaran dengan Quantum Teaching


A.    Pengertian Quantum Teaching
Quantum Teaching adalah penggubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya dan Quantum Teaching juga menyertakan segala kaitan, interaksi, dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar. Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas yaitu interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar.
Quantum Teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian, dan fasilitasi. Quantum Teaching merangkaikan yang paling baik dari yang terbaik menjadi sebuah paket multisensorik, multikecerdasan , dan kompatibel dan otak, yang pada akhirnya akan melejitkan kemampuan guru untuk mengilhami dan kemampuan siswa untuk berprestasi.
Sebagai sebuah pendekatan belajar yang segar, mengalir, praktis, dan mudah diterapkan, Quantum Teaching menawarkan suatu sintesis dari hal-hal yang guru cari yaitu cara-cara baru untuk memaksimalkan dampak usaha pengajaran melalui perkembangan hubungan, pengubahan belajar, dan penyampaian kurikulum. Quantum Teaching mencangkup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar.
B.     Asas Utama Quantum Teaching
Quantum Teaching berdasarkan pada konsep ini: “ Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Inilah asas utama yang merupakan alas an dasar dibalik segala strategi, model dan keyakinan Quantum Teaching. Segala hal yang dilakukan dalam kerangka Quantum Teaching yaitu setiap interaksi dengan siswa, setiap rancangan kurikulum, dan setiap metode instruksional dibangun diatas prinsip “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia mereka”.
Maksud dari asas Quantum Teaching adalah sebagai langkah pertama kita selaku guru penting sekali memasuki dunia siswa. Untuk mendapatkan hak mengajar, pertama-tama guru harus membangun jembatan autentik memasuki kehidupan siswa. Alasannya karena tindakan ini akan memberikan izin kepada guru untuk memimpin, menuntun, dan memudahkan perjalanan siswa menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Caranya dengan mengaitkan apa guru ajarkan dengan sebuah peristiwa, pikiran, atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, social, atletik, musik, seni, rekreasi, atau akademis siswa.
Setelah kaitan itu terbentuk, guru dapat membawa siswa kedalam dunia guru, dan memberikan mereka pemahaman. Disinilah kosakata baru, model mental, rumus, dan lain-lain dibeberkan. Seraya menjelajahi kaitan dan interaksi, baik siswa maupun guru mendapatkan pemahaman baru dan “Dunia Kita” diperluas mencangkup tidak hanya para siswa, tetapi juga guru. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan lebih mendalam ini, siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari, kedalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran penerapan asas quantum teaching menyediakan dua wadah, yang mana dalam wadah ini seorang guru dapat menciptakan hal-hal baru ketika menjalankan kegiatan belajar-mengajar. Dua wadah itu yaitu context dan content. Context (konteks) adalah kemeriahan lingkungan tempat anda mengajar dan Content (konten) adalah kekayaan materi yang ingin disampaikan oleh guru kepada murid. Contextdan content sangat berkaitan apabila sebagai seorang pengajar dapat memperhatikan keduannya dalam mengajar, maka tujuan pembelajaran akan tercapai.
 
C.    Penerapan Asas Quantum Teaching dalam Pembelajaran Matematika di Kelas
  1. Pembelajaran dimulai dengan keyakinan bahwa anda adalah seorang guruluar biasa dengan siswa-siswa yang berbakat. Kenalilah siswa lebih jauh, pehamilah latar belakang, minat, kegagalan, dan kesuksesan siswa dimasa lalu.
  2. Pelajaran diawali dengan cara yang menarik, dengan pertanyaan yang menantang atau dengan pelajaran yang bersifat matematis.
  3. Capailah modalitas siswa melalui pola bahasa, suara, gerak, dan kegiatan, libatkanlah modalitas visual, auditorial, dan kinestetik siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Most Reading

Blogger templates