SALAM SELAMAT DATANG

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" SELAMAT DATANG DI JELI.WEB.ID "TETAP SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA" dan BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN,

Sabtu, 26 Juli 2014

STRUKTUR KURIKULUM 2013




  Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan Mata pelajaran terdiri atas:

·         Mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan
·         Mata    pelajaran  pilihan  yang  diikuti  oleh  peserta  didik  sesuai  dengan  pilihan mereka.

Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7–15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.

1.   Struktur Kurikulum SD

Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD TahunI, II, dan III masing-masing 30, 32, 34  sedangkan untuk Tahun IV, V, danVI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar SD adalah 40 menit.

Struktur Kurikulum SD adalah sebagai berikut:


MATAPELAJARAN
ALOKASI WAKTUBELAJARPERMINGGU
I
II
III
IV
V
VI
KelompokA

1.
Pendidikan Agama

4

4

4

4

4

4
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

5

6

6

6

6

6






3.
Bahasa Indonesia

8

8

10

10

10

10
4.
Matematika

5

6

6

6

6

6
KelompokB






1.
Seni Budaya dan Keterampilan
(termasuk muatan lokal)

4

4

4

6

6

6






2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan
Kesehatan
(termasuk muatan lokal)

4

4

4

4

4

4






Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
30
32
34
36
36
36

METODE PEMBELAJARAN = Pembelajaran Tematik Terintegrasi
 Kelompok  A  adalah  mata  pelajaran  yang  memberikan  orientasi  kompetensi  lebih kepada aspek intelektual dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.

Integrasi konten IPA dan IPS adalah berdasarkan makna mata pelajaran sebagai organisasi konten dan bukan sebagai sumber dari konten. Konten IPA dan IPS diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia dan Matematika yang harus ada berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam 2 (dua) hal, yaitu integrasi sikap, kemampuan/keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran serta pengintegrasian berbagai konsep dasar yang berkaitan.

Tema memberikan makna kepada konsep dasar tersebut sehingga peserta didik tidak mempelajari konsep dasar tanpa terkait dengan kehidupan nyata. Dengan demikian, pembelajaran memberikan makna nyata kepada peserta didik.

Tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia. Keduanya adalah pemberi makna yang substansial terhadap bahasa, PPKn, matematika dan seni budaya karena keduanya adalah lingkungan nyata dimana peserta didik dan masyarakat hidup. Di sinilah  kemampuan  dasar /KD  dari  IPA  dan  IPS  yang  diorganisasikan  ke  mata pelajaran lain yang memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang KD mata pelajaran lainnya.

Berdasarkan sudut pandang psikologis, tingkat perkembangan peserta didik tidak cukup abstrak untuk memahami konten mata pelajaran secara terpisah-pisah. Pandangan psikologi perkembangan dan Gesta lt member dasar yang kuat untuk integrasi KD yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik. Dari sudut pandang trans disciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara terpisah ketat tidak memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir selanjutnya.

2.   Struktur Kurikulum SMP

 Beban  belajar  di  SMP  untuk  Tahun  VII,  VIII,  dan  IX  masing-masing  38  jam  per minggu. Jam belajar SMP adalah 40 menit.
 Struktur Kurikulum SMP adalah sebagai berikut:
  
MATAPELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU

VII
          VIII
IX
Kelompok A



1.
Pendidikan Agama
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
3
3
3.
Bahasa Indonesia
6
6
6
4.
Matematika
5
5
5
5.
Ilmu Pengetahuan Alam
5
5
5
6.
Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4
7.
Bahasa Inggris
4
4
4
Kelompok B



1.
Seni Budaya (termasuk muatan lokal)
3
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
(termasukmuatanlokal)
3
3
3
3.
Prakarya
(termasukmuatanlokal)
2
2
2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
38
38
38
 Kelompok  A  adalah  mata  pelajaran  yang  memberikan  orientasi  kompetensi  lebih kepada aspek intelektual dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.
 3.   Struktur Kurikulum SMA
 Untuk menerapkan konsep kesamaan antara SMA dan SMK maka dikembangkan kurikulum Pendidikan Menengah yang terdiri atas Kelompok mata pelajaran Wajib dan Mata pelajaran Pilihan. Mata pelajaran wajib sebanyak 9 (Sembilan) mata pelajaran dengan beban belajar 18 jam perminggu. Konten kurikulum (Kompetensi Inti /KI dan KD) dan kemasan konten serta label konten (mata pelajaran) untuk mata pelajaran wajib bagi SMA dan SMK adalah sama.Struktur ini menempatkan prinsip bahwa peserta didik  adalah subjek  dalam  belajar  dan  mereka  memiliki  hak  untuk  memilih  sesuai dengan minatnya.
 Mata pelajaran pilihan terdiri atas pilihan akademik (SMA) serta pilihan akademik dan vokasional (SMK). Mata pelajaran pilihan ini memberikan corak kepada fungsi satuan pendidikan dan didalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Beban belajar di SMA untukTahun X, XI, dan XII masing-masing 43 jam belajar perminggu. Satu jam belajar adalah 45 menit.
 Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah kelompok mata pelajaran wajib sebagai berikut.
  
MATA PELAJARAN
ALOKASIWAKTUBELAJAR PERMINGGU
X
XI
XII

KelompokWajib



1.
PendidikanAgama
3
3
3
2.
PendidikanPancasiladanKewarganegaraan
2
2
2
3.
BahasaIndonesia
4
4
4
4.
Matematika
4
4
4
5.
SejarahIndonesia
2
2
2
6.
BahasaInggris
2
2
2
7.
SeniBudaya
2
2
2
8.
Prakarya
2
2
2
9.
PendidikanJasmani,OlahRaga,danKesehatan
2
2
2
JumlahJamPelajaranKelompokWajibperminggu
23
23
23
KelompokPeminatan



MataPelajaranPeminatanAkademik(SMA)
20
20
20
MataPelajaranPeminatanAkademikdanVokasi(SMK)
28
28
28
 Kompetensi   Dasar mata pelajaran wajib memberikan kemampuan dasar yang sama bagi tamatan Pendidikan Menengah antara mereka yang belajar di SMA dan SMK.
 Bagi mereka yang memilih SMA tersedia pilihan kelompok peminatan (sebagaiganti jurusan) dan pilihan antar kelompok peminatan dan bebas. Nama Kelompok Peminatan digunakan  karena  memiliki  keterbukaan  untuk  belajar  di  luar  kelompok  tersebut sedangkan nama jurusan memiliki konotasi terbatas pada apa yang tersedia pada jurusan tersebut dan tidak boleh mengambil mata pelajaran di luar jurusan.

 Struktur Kelompok Peminatan Akademik (SMA) memberikan keleluasaan bagi peserta didik sebagai subjek tetapi juga berdasarkan pandangan bahwa semua disiplin ilmu adalah sama dalam kedudukannya. Nama kelompok minat diubah dari IPA, IPS dan Bahasa menjadi Matematika dan Sains, Sosial, dan Bahasa. Nama-nama ini tidak diartikan sebagai nama kelompok disiplin ilmu karena adanya berbagai pertentangan fisolosfis pengelompokan disiplin ilmu. Berdasarkan filosofi rekonstruksi sosial maka nama organisasi kurikulum tidak terikat pada nama disiplin ilmu.

Terlampir  di  bawah  adalah  mata  pelajaran  peminatan  dan  mata  pelajaran  pilihan
 (pendalaman minat dan lintas minat).
  
MATAPELAJARAN
Kelas
X
XI
XII
KelompokWajib
23
23
23
PeminatanMatematikadanSains



I
1
Matematika
3
4
4
2
Biologi
3
4
4
3
Fisika
3
4
4
4
Kimia
3
4
4
PeminatanSosial



II
1
Geografi
3
4
4
2
Sejarah
3
4
4
3
SosiologidanAntropologi
3
4
4
4
Ekonomi
3
4
4
PeminatanBahasa



III
1
BahasadanSastraIndonesia
3
4
4
2
BahasadanSastraInggris
3
4
4
3
BahasadanSastraAsinglainnya
3
4
4
4
SosiologidanAntropologi
3
4
4
MataPelajaranPilihan





PilihanPendalamanMinatatauLintasMinat
6
4
4
JumlahJamPelajaranYangTersedia
73
75
75
JumlahJamPelajaranYangharusDitempuh
41
43
43



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Most Reading

Blogger templates