SALAM SELAMAT DATANG

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" SELAMAT DATANG DI JELI.WEB.ID "TETAP SEMANGAT MENCERDASKAN BANGSA" dan BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN,

Minggu, 20 Juli 2014

Teori Atribusi Weiner



Teori yang dikembangkan oleh Bernard Weiner (1979,1980) menghubungkan dua bidang minat utama dalam teori psikologi. Istilah atribusi artinya mengacu ke penyebab suatu kejadian atau hasil menurut persepsi individu. Yang merupakan pusat perhatian penelitian di bidang ini ialah cara-cara bagaimana guru memberikan penjelasan sebab-sebab kejadian dan implikasi dari penjelasan-penjelasan tersebut. Teori ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana terjadinya keberhasilan dan dialaminya kegagalan (Weiner, 1972, 1979). Dalam hal ini, akan dijelaskan apa penyebab kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep-konsep dan prinsip-prinsip pada Geometri. Atribusi dikembangkan untuk menjelaskan hasil, atau akibat tindakan, seperti mengapa jatuh dalam tes atau mengapa memperoleh nilai kurang pada hasil pembelajaran.
Ada lima tahap dalam penerapan Teori Atribusi Weiner dalam pembelajaran matematika, yang terdiri dari:
  1. Penyampaian tujuan pembelajaran.
  2. Mendemonstrasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan.
  3. Pemberian latihan terbimbing, dilanjutkan dengan atribusi dari guru maupun siswa.
  4. Mengecek pemahaman siswa dan memberikan umpan balik (atribusi tetap dilanjutkan).
  5. Pemberian perluasan latihan dan pemindahan ilmu.

Pesan atribusi yang diberikan dikhususkan untuk mencari penyebab terjadinya kesalahan siswa dalam memahami tinggi dan luas segitiga yaitu:
  1. Membangun konsep tinggi segitiga dimulai dengan peragaan menurunkan luas segitiga dari persegi panjang yang dipotong sesuai diagonalnya,
  2.  Menanggapi hasil kerja siswa menentukan tinggi segitiga pada posisi berubah-ubah, dan
  3. Memantapkan pemahaman konsep tinggi segitiga dengan mengerjakan soal-soal tentang luas segitiga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Most Reading

Blogger templates